Rabu, 20 Oktober 2010

KUATKAN TEKAD

Ada kisah pengorbanan seorang ibu yang menahan mobil yang akan menimpa anaknya. Hasilnya, anaknya selamat tapi tulang belakang ibunya retak. Apa yang membuat ibu tersebut melakukan tindakan seperti itu? Jawabnya, karena kekuatan tekad untuk menyelamatkan anaknya.
Tekad adalah kemauan atau kehendak untuk berbuat sesuatu dengan sungguh-sungguh. Atau bisa juga dikatakan tekad sebagai kemauan yang teguh. Tak tergoyahkan oleh berbagai kesulitan. Tak kendor dengan hadangan masalah.

Kita bisa melihat bagaimana orang-orang yang melakukan perbuatan luar biasa. Seperti naik gunung ke puncak tertinggi. Bertemankan dinginnya salju dan udara dingin. Atau mengarungi samudera yang begitu luas dengan badai menghadang. Menghadapi berbagai aral melintang dan kesulitan maha berat. Tapi semua itu bisa dihadapi, karena ia memiliki tekad yang kuat. Kehendak melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh.  
Dalam beribadah kepada Allah, kekuatan tekad pun harus ada. Dengan memilikinya, seseorang akan mampu untuk saum, salat malam dan berbagai ibadah ritual lainnya dengan penuh semangat. Tak lelah dan senantiasa istiqomah. Berbagai amalan ini selanjutnya akan mengantarkan ia memiliki tekad kuat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, senantiasa membersihkan hatinya dan berbuat kebaikan bagi sesama.
Jadi, semua perbuatan yang kita lakukan akan memberikan hasil yang optimal bila didasari tekad yang kuat. Termasuk kualitas maupun kuantitas ibadah kita pasca Ramadan. Ibarat seorang pendaki gunung, bila ia mempunyai tekad yang kuat untuk bisa sampai ke puncak, maka ia akan terus meningkatkan kemampuannya.
Begitu pun bagi seseorang yang ingin dekat dengan allah di atas segala-galanya. Ketika Ramadan dengan segala fasilitasnya, akan ia optimalkan untuk dekat dengan allah. Ketika selesai Ramadan, karena memang tujuannya ingin dekat dengan Allah, ia tidak akan mau kehilangan apa yang sudah diraih di bulan Ramadan. Terus dan terus ia meningkatkan amal ibadahnya. Senantisa bermujahadah (ikhtiar yang sungguh-sungguh). Mujahadah dalam taubat, mujahadah menjauhi  maksiat, mujahadah di dalam taat, dan mujahadah memberi manfaat. http://www.cybermq.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar