Senin, 25 Oktober 2010

JOMBLO ITU IBADAH


Penulis adalah salah satu manusia yang ketika melihat wanita berambut panjang lurus mengurai dengan helm merek terkenal sambil mengendarai motor matic tiba-tiba ada rasa kagum. Ato mungkin anda adalah seorang yang takjub ketika melihat pesona wajah bidadari surga Ainul Bariah dengan kepala berbalut kerudung. Semuanya adalah wajar dan lumrah. Salah satu dengan adanya hati yaitu memunculkan perasaan. Tapi apa perasaan itu udah bener?



Pas anda liat kalimat pertama di artikel ini, mungkin ada macem-macem coment. Salah satunya ada yang menganggap kalo yang bikin tulisan ini gak laku, bahkan anda salah satunya. Penulis ngucapin terima kasih atas coment yang cuman di hati ato dah di luapin lewat satu dari dua bagian yang nantinya paling banyak membawa manusia ke neraka jika tidak pinta-pintar menjaganya ( dibaca: mulut). Tau kan? Kira-kira kenapa penulis seneng kalo ada yang ngasih coment kayak githu. Karena comentnya bener...! penulisnya gak laku. Wkwkwkwkkwkwkwk..........!
Bersyukur dengan keadaan sekarang dan bersedih dengan keadaan sekarang juga. Apakah jomblo adalah kesedihan atokah kebahagiaan?
Tapi yang jelas jomblo adalah kemenangan. Menang atas segala kesempatan bagi jalan-jalan syetan lewat raga untuk berzina. Penulis berani ngomong karena pengalaman. Masa lalu yang dibenci dengan rasa cinta.
Big sorry dech buat para “pacaraners”, anda merasa tidak nyaman dengan adanya artikel ini. Coba perhatikan, “GAK PACARAN AJA BISA BERZINA DAN KALO PACARAN BERZINA GAK YACH?” . Penulis bukan orang yang gak pacaran, penulis adalah salah satu pacaraners. Satu cinta untuk semua dengan kesederhanaan pengetahuan ini untuk saling berbagi perhatian demi perubahan.
Aku selalu ingat “orang yang baik bukan berarti orang yang tidak pernah berbuat salah, orang yang baik adalah orang yang pernah berbuat salah, menyadari kesalahannya, menyesali kesalahannya dan berniat untuk tidak mengulanginya lagi”. Buat anda yang gak setuju dengan pernyataan itu, tolong artikel ini JANGAN TERSINGGUNG.
“Aku kan pacarannya wajar-wajar aja”.
“Aku kan pacarannya serius”
“Aku kan pacarannya gak ngapa-ngapain”
“Aku kan pacarannya buat ta’aruf sebelum nikah”
Up to you, Whatever your coment?
“Aku kan pacarannya karena Allah”
Pernyataan terakhir adalah tragis.
Ampun DJ......!
***SURATNO***

2 komentar:

  1. Assalamualaikum.. afwan, ana senang dengan tulisan ini. mungkin bagi kebanyakan orang sendiri itu tidak enak alias membosankan dan tidak ada yang membuat kita begitu semangat dalam menjalani hidup. seperti kata bang rhoma, tidak boleh hidup membujang pabila hidup belum mapan asalkan jangan suka jajan.
    tapi ketahuilah bahwa hidup sendiri juga ada sisi indahnya. tapi saran ana, sebaiknya janganlah hidup sendiri, karena dengan sendiri, setan akan cepat masuk didalam relung hati dan dalam setiap aliran darah kita.
    nah satu lagi, PACARAN. pacaran itu jalan kita untuk mencapai Zina bukan jalan untuk kepernikahan. zina kan banyak macamnya tuh,, nah semuanya ada di pacaran. dan apalagi tuh, pacaran karena Allah... iya memang ada tapi setelah adanya pernikahan, baru ada tuh kata pacaran. islam itu tidak mengikat mati pengikutnya tapi islam mengatur semuanya untuk pengikutnya juga. dan tidak ada yang dirugikan kecuali Iblis.

    syukron, assalamualaikum.wr.wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wassalm! syukran ukhty...atas komentarnya...afwan juga bru bsa blas koment sempat vacum krna kesibukan akademik n organiasi...

      Hapus